
SAR yang dilakukan MRSC Johor Bahru atas informasi adanya kapal bermuatan 10 WNI karam di Perairan Batu Putih, Malaysia pada Senin (19/9/2022)-Edisi/Youtube Berita Harian Online
EDISI.CO, BATAM– Operasi search and rescue (SAR) yang dilakukan Maritime Rescue Sub Centre (MRSC) Johor Bahru atas laporan adanya kapal karam bermuatan 10 warga negara Indonesia (WNI) di perairan Batu Putih, Malaysia pada Senin (19/9/2022) pagi dihentikan.
Penghentian pencarian oleh MRSC Hohor Bahru, setelah dalam pencarian sejak pagi sampai sekitar pukul 19.30 waktu setempat, tidak mendapati tanda apapun terkait informasi kecelakaan yang diterima.
“Hingga pukul 19.30 WS, belum ditemukan adanya tanda-tanda kapal karam maupun korban kapal karam di sekitar lokasi kejadian,” kata Konsul Johor Bahru, Rizali Noor meneruskan update atau perkembangan informasi pihak Malasyia.
Baca juga: Kapal Bermuatan 10 WNI Karam di Perairan Malaysia, Korban Belum Ditemukan
Selain itu, lanjut Rizali meneruskan laporan tersebut, MRSC Johor Bahru juga belum mendapat adanya laporan mengenai insiden kapal karam baik dari instansi terkait di Indonesia dan Singapura.
Selanjutnya, upaya pencarian selanjutnya akan dilakukan oleh Patroli Maritim.
KJRI Johor Bahru, tuturnya, terus berkoordinasi dengan instansi terkait di Malaysia dan Indonesia terkait upaya pencarian kapal karam dimaksud.
Sebelumnya diberitakan, kapal yang ditumpangi 10 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Tanjung Penyusop mengalami kecelakaan di perairan Batu Putih, Malaysia pada Senin (19/9/2022). Kabar tersebut didapat Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) berdasarkan laporan emergency call dari seseorang bernama Junaidi.
Junaidi adalah WNI yang diduga merupakan salah satu korban kapal karam tersebut. Ia melaporkan bahwa kapal yang ditumpanginya telah karam di sekitar Batu Putih. Kapal berangkat dari Sungai Musoh dan tengah dalam perjalanan menuju Batam.