
Ilustrasi Hacker. Dok; Ist.
EDISI.CO, NASIONAL– Dalam hadist sudah sangat jelas keutamaan dalam menuntut ilmu adalah surga. Seperti hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga”
Seperti termuat dalam laman jatman.or.id berisi penjelasan bahwa ilmu dalam Bahasa Arab dilambangkan dengan huruf ‘ain, lam, dan mim. Mereka yang berilmu karakternya minimal diwakili oleh tiga huruf ini. Berikut penjelasan karakter orang berilmu berdasarkan huruf-huruf tersebut:
Baca juga: DKP Kepri Sidak Proyek Reklamasi PT BSI
- Tinggi
Huruf ‘Ain bermakna ‘aliy (tinggi). Orang yang berilmu pasti memiliki derajat tinggi, tidak hanya di mata manusia tetapi juga menurut Allah. Orang-orang berilmu dipercaya memegang jabatan penting menyangkut kehidupan orang banyak, dimintai nasihat dan didengar masyarakat. Orang berilmu biasanya akan diutamakan karena atas ketinggian ilmunya serta untuk menghormatinya.
Dalam Al-Qur’an disebutkan dalam surah al Mujadalah ayat 11 bahwasannya Allah akan meningkatkan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
- Lembut
Huruf Lam bermakna lathif (lembut). Orang berilmu karakternya lembut, namun bukan berarti lunak melainkan mudah tersentuh hatinya, peka terhadap gejala dan setiap kejadian. Sehingga, dia bisa membaca dan mengerti apa yang akan terjadi. Bahasa sederhananya, dia mengerti sebab akibat, tidak bebal. Orang berilmu karena punya hati yang lebut maka ia pun penyanyang dan mudah mengontorl emosi yang terdapat dalam dirinya. - Memiliki Kuasa
Huruf Mim bermakna mulk (kerajaan, kekuasaan). Orang berilmu menggenggam kekuasaan di tangannya. Meskipun bukan seorang raja, tetapi seolah-olah ia memiliki kekuasaan. Orang-orang datang bertanya kepadanya, meminta nasihatnya, dan dengan sukarela mengikuti aturan dan arahannya. Begitulah orang-orang yang berilmu. Jadi orang berilmu itu akan menjadi orang terpandang jika ia mengamalkan ilmunya maka ia menjadi orang rendah hati atau tawadhu. Meskipun ia berkuasa atau memiliki ilmu yang banyak tapi ia tetap tidak sombong akan keilmuan yang ia miliki.
Masih dalam laman yang sama, dijelaskan salah satu akhlak orang beriman adalah menghormati orang berilmu atau orang alim. Dalam bahasa Arab, kata “ulama” adalah bentuk jamak dari kata “alim”. Orang alim secara spesifik adalah orang yang memiliki pengetahuan ilmu agama Islam secara mendalam.
Secara general adalah orang yang punya ilmu pengetahuan, apa pun itu, tidak terbatas pada ilmu agama. Pengetahuan itu sendiri tidak selalu dari buku atau kitab tertulis, tetapi juga dari pengalaman dan fenomena alam sekitar. Bahkan, pengetahuan bisa berasal dari diri sendiri.