
Edisi/@UGMYogyakarta
EDISI.CO, NASIONAL- 180 pimpinan dari 60 perguruan tinggi perikanan dan kelautan di Indonesia berkumpul di Fakultas Pertanian UGM untuk mengikuti pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (PF2TKI) yang ke-2.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM pada tanggal 22-23 Juli 2023, dan dihadiri oleh sekitar 180 peserta, termasuk dekan, direktur, ketua departemen, ketua jurusan, dan ketua program studi dari berbagai perguruan tinggi perikanan dan kelautan di Indonesia.
Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., menjelaskan PF2TKI diadakan dua kali setiap tahun sebagai wadah untuk berkomunikasi dan berdiskusi antar perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan perikanan dan kelautan. Diskusi tersebut mencakup topik-topik seperti kurikulum, kerja sama, dan tridarma perguruan tinggi, dengan tujuan untuk memajukan sistem pendidikan dan menghasilkan sumber daya unggul bagi sektor perikanan dan kelautan Indonesia.
Pertemuan PF2TKI ini dibuka oleh Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Pertanian UGM, yang menekankan pentingnya forum komunikasi antar pimpinan perguruan tinggi dalam pengembangan sistem pendidikan tinggi Indonesia. Sedangkan Prof. Dr. Ir. Maftuch, M.Si., selaku Ketua PF2TKI, menyampaikan data bahwa jumlah anggota organisasi terus meningkat dan semangat pengembangan organisasi perlu dipertahankan.
Baca juga: Mengenal Robert Oppenheimer, Sang Perintis Bom Atom
Pertemuan ini berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, dilaksanakan talkshow yang membahas sejarah dan perkembangan awal FP2TPKI, dengan narasumber Prof. Dr. Indra Jaya, M.Sc (FPIK Institut Pertanian Bogor), Prof. Dr. Yohannes Hutabarat, M.Sc (FPIK Universitas Diponegoro), dan Dr. Ir. Triyanto, M.Si (Departemen Perikanan UGM) sebagai penggagas dan pengurus FP2TPKI periode sebelumnya. Mereka memaparkan sejarah, tujuan pendirian forum, serta gagasan dan masukan untuk pengembangan organisasi ke depan.
Pada hari kedua, kegiatan dimulai dengan diskusi panel tentang perumusan dan operasional Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) sesuai dengan regulasi terbaru. Panel-panel berikutnya membahas tentang pembentukan forum program studi dan isu-isu terkait program studi. Diskusi juga melibatkan isu-isu keinsinyuran, program studi profesi insinyur (PS PPI), pembukaan Badan Kejuruan Baru dan Badan Kejuruan Teknik Kelautan (BKTK-PII), serta sertifikat profesional keinsinyuran.
Pertemuan ini juga mencakup pengesahan AD/ART organisasi, sosialisasi agenda FP2TPKI, penandatanganan MOU FP2TPKI dengan NGO, presentasi dari Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) Korea, serta sharing motivasi dan komunikasi oleh motivator Dr. Aqua Dwipayana.
Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, meningkatkan kualitas pendidikan perikanan dan kelautan di Indonesia, serta mendukung pembangunan sektor perikanan dan kelautan yang unggul dan berkelanjutan.