
Gubernur Kepri, Ansa Ahmad-Edisi/Pemprov Kepri
EDISI.CO, KEPRI– Sejumlah proyek di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun anggaran 2023 yang digesa penyelesaiannya hingga penghujug tahun ini. Beberapa proyek tersebut di antaranya Pembangunan Gedung Workshop BLK Karimun; Pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Lanjutan; Pembangunan Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lanjutan.
Selanjutnya, Penataan Kawasan Kota Lama Jalan Teuku Umar; Pembangunan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tahap I; serta Pengadaan dan Penggantian Pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) Batu 10 – Simpang Kota Piring.
Pembangunan Gedung Workshop BLK Karimun memiliki nilai kontrak Rp6,7 miliar. Masa pelaksanaan pekerjaan selama 180 hari kalender. Untuk proyek ini realisasi pekerjaannya sudah 100 persen, dengan masa pemeliharaan selama 1 tahun.
Pembangunan Gedung LAM Lanjutan memiliki nilai kontrak Rp17,9 miliar, masa pelaksanaan pekerjaan selama 230 hari kalender, realisasi progres pekerjaan mencapai 93,7 persen, dengan masa pemeliharaan selama 1 tahun.
Pembangunan Gedung Dekranasda Lanjutan memiliki nilai kontrak Rp15,7 miliar, masa pelaksanaan pekerjaan 210 hari kalender, realisasi progres pekerjaan mencapai 95,32 persen, dengan masa pemeliharaan selama 1 tahun.
Penataan Kawasan Kota Lama di Jalan Teuku Umar memiliki nilai kontrak Rp6,8 miliar, masa pelaksanaan pekerjaan 210 hari kalender, realisasi progres pekerjaan mencapai 95,2 persen, dengan masa pemeliharaan selama 1 tahun.
Baca juga: Ine Fishing Village jadi Tujuan Kunker Pemprov Kepri di Jepang
Pembangunan Gedung Bawaslu Tahap I memiliki nilai kontrak Rp3,9 miliar, masa pelaksanaan pekerjaan 150 hari kalender, realisasi pekerjaan telah selesai 100 persen.
Terakhir, Pengadaan dan Penggantian Pipa JDU Batu 10 – Simpang Kota Piring memiliki nilai kontrak Rp13,8 miliar, masa pelaksanaan pekerjaan 159 hari kalender, realisasi progres pekerjaan mencapai 84,4 persen.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan bahwa ia optimis pekerjaan akan selesai tepat waktu. Ia juga yakin bahwa pembangunan proyek strategis tersebut akan sangat bermanfaat bagi masyarakat nantinya.
“Kita terus memantau dan mengawasi progres pekerjaan proyek strategis ini. Saya berharap tidak ada kendala yang menghambat penyelesaiannya. Proyek-proyek ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan publik di Kepri,” ujar Ansar.
Khusus proyek di Tanjungpinang, Ansar mengatakan bahwa proyek tersebut akan semakin mendukung revitalisasi yang sedang ia gesa untuk merubah wajah ibukota provinsi Kepri menjadi kota kecil yang bersih, rapi, dan dirindukan.
“Kita ingin Tanjungpinang menjadi kota yang nyaman dan menarik untuk dikunjungi. Kemudian memperbaiki infrastruktur, fasilitas, dan lingkungan kota ini. Saya yakin cita-cita kita, Tanjungpinang menjadi kota kecil yang dirindukan akan tercapai,” tutur Ansar.