Tim Dayung Bapenda Kota Batam dalam kejuaraan Sea Eagle Boat 2025 di Belakang Padang, Batam-Edisi/ist.
EDISI.CO, BATAM– Tim Dayung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam memborong medali pada dua dari tiga nomor dalam gelaran Batam Sea Eagle Boat 2025. Pada lomba yang terlaksana di kawasan pelabuhan Pulau Belakang Padang, Batam pada 28-30 November 2025 ini, tim Bapenda Batam 2 menang di nomor Instansi atau lokal dan tim Bapenda Batam 2 juara di nomor Umum atau Internasional.
Sementara untuk nomor Exsebishi, dimenangkan oleh tim Kampung Gundap. Disusul tim Pulau Lengkang A dan Lengkang B di urutan kedua dan ketiga.
Kepala Bidang Perencanaan, Pendapatan, Evaluasi dan Sistem Informasi (Pevsi) Bapenda Batam, M. Isa Isnandar, mengatakan tim Bapenda Kota Batam 2 mencatatkan waktu 5,39 menit pada nomor Instansi. Unggul atas tim Dinas Perhubungan Batam yang menuntaskan lomba dalam waktu 5,49 menit. Disusul tim Disbudpar Batam dengan waktu 5,51 menit.

Selanjutnya, tambah Isa, tim Bapenda Kota Batam 1 mencatatkan waktu 4,57 menit di nomor Umum. Disusul tim Gajah Mada dari Jawa Barat dengan catatan waktu 5,02 menit dan tim Hulu Balang dengan waktu 5,09 menit.
Baca juga: 28 Tim Ambil Bagian dalam Turnamen Badminton Korpri Kota Batam 2025
Manajer tim Bapenda Kota Batam, Ulik Mulyawan, menyampaikan pihaknya akan terus melakukan pembinaan bagi tim dayung Bapenda Kota Batam. Tidak hanya untuk mempertahankan gelar juara yang telah didapat, lebih dari itu untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal.
“Niat kami untuk membina atlet daerah agar berprestasi. Semoga ini dimudahkan.”

Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah, mengaku senang dengan capaian yang ditorehkan oleh tim dayung Bapenda Batam. Apalagi bisa mengukir prestasi di nomor Umum yang persaingannya cukup sengit.
“Alhamdulilah tim Bapenda Batam mengukir prestasi. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi.”
Azmansyah melanjutkan, penyelenggaraan Sea Eagle Boat 2025 ini, tidak hanya menjadi ruang untuk memunculkan talenta olahraga dayung, namun juga menjadi atraksi pariwisata untuk Kota Batam dan Kepri. Apalagi Pulau Belakang Padang memiliki infrastruktur yang sudah menunjang untuk agenda pariwisata.