Pemasangan patok atau tanda batas lahan di Kampung Pantai Melayu pada Senin (9/3/2026)-Edisi/ist.
EDISI.CO, BATAM– Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu (AMAR-GB) mendampingi seorang warga dari Kampung Pantai Melayu, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam, saat melakukan pemasangan patok atau tanda batas lahan pada Senin (9/3/2026). Kegiatan ini dilakukan atas permintaan pemilik lahan bernama Rosnah, yang mengaku khawatir batas tanahnya hilang akibat aktivitas pembangunan di sekitar lokasi.
Sekitar pukul 11.00 WIB, rombongan bergerak menuju lokasi lahan milik Rosnah untuk melakukan pemasangan patok. Setibanya di lokasi, sejumlah pihak mendatangi rombongan dan menanyakan siapa yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.
Menanggapi hal itu, Rosnah menyatakan bahwa pemasangan patok dilakukan atas permintaannya sendiri sebagai pemilik lahan.
“Saya tidak menghalangi pembangunan sekolah Merah Putih, tetapi saya ingin mempertahankan lahan saya,” ujar Rosnah di lokasi.

Rosnah juga menyampaikan bahwa sebagian patok di lahannya telah hilang karena aktivitas pembangunan di sekitar lokasi. Ia kemudian meminta bantuan AMAR-GB untuk membantu menandai kembali batas tanah miliknya.
“Saya hanya meminta dipasangkan patok saja di lahan ini. Sebagian patok sudah banyak yang hilang karena pembangunan di sekitar. Saya khawatir nanti batas tanah tidak terlihat lagi,” katanya.
Baca juga: Organisasi dan Jaringan Masyarakat Sipil Inisiasi KKJ Kepri
Dalam proses pemasangan patok tersebut sempat terjadi perdebatan antara beberapa pihak yang berada di lokasi, termasuk seseorang bernama Yahya yang mengaku juga memiliki klaim atas lahan di sekitar area tersebut.
Meski demikian, tim AMAR-GB tetap melanjutkan pemasangan patok. Salah satu anggota, Putra, juga mengambil titik koordinat lahan milik Rosnah sebagai dokumentasi.
“Agenda kami dari AMAR-GB hanya membantu mematok lahan milik ibu Rosnah yang tidak ingin menyerahkan atau menjual lahannya. Untuk persoalan kepemilikan tanah, silakan diselesaikan melalui musyawarah,” kata Sopia.
Kegiatan tersebut berakhir sekitar pukul 13.30 WIB. Pihak AMAR-GB menegaskan bahwa selama kegiatan berlangsung tidak terjadi benturan fisik.
“Dari keluarga besar AMAR-GB tidak ada melakukan kekerasan atau benturan fisik kepada pihak mana pun,” ujar Sopia.
Sumber: Siaran Pers AMAR-GB