Ilustrasi rupiah. Dok; Ist.
● PERMA bisa dijadikan tip alternatif dalam mengatur keuangan masyarakat.
● Ada lima pola pikir keuangan yang bisa dijadikan pegangan masyarakat untuk mengubah perilaku keuangannya.
● Penerapan PERMA mendorong refleksi personal untuk lebih wawas diri terhadap nilai sesungguhnya dari keputusan keuangan yang diambil.
EDISI.CO, CATATAN EDISIAN– Mengatur keuangan ada triknya sendiri, dan sudah banyak ilmu mengatur keuangan seperti prospect theory dari pemenang nobel ekonomi 2002 Kahneman & Tversky yang bisa diterapkan oleh semua orang, .
Penerapannya tergantung kecocokan dari masing-masing individu yang menjalankan. Yang terpenting adalah bagaimana kita memiliki pola pikir dan konsep perilaku terhadap uang untuk mencapai target keuangan yang diharapkan.
Salah satu solusi baru mengembangkan pola pikir dan perilaku tersebut adalah dengan mengenal dan menerapkan teori psikologi positif dalam keseharian kita.
Secara sederhana, psikologi positif adalah ilmu yang menyoroti aspek-aspek positif dari pengalaman manusia sehingga pengalaman tersebut dapat dirasakan secara maksimal.
Dalam teori psikologi positif, terdapat konsep model PERMA yang dapat menjadi acuan untuk membangun pola pikir dan perilaku termasuk dalam hal keuangan. https://www.youtube.com/embed/pC_LVxJjZog?wmode=transparent&start=0
Tujuan utama teori psikologi positif adalah untuk mendorong individu memahami situasi atau kondisi yang ada agar dapat menuntun pada kesejahteraan hidup melalui pengambilan keputusan keuangan yang tepat.
Pendekatan konsep PERMA
PERMA merupakan singkatan dari lima elemen penting psikologi positif.
Pertama adalah positive emotion atau emosi positif. Ketika seseorang ingin menerapkan pola pikir dan perilaku yang positif terhadap sesuatu, ia harus dapat membangun dan mengalami emosi positif terlebih dahulu.
Umumnya, emosi-emosi tersebut berhubungan dengan kebahagiaan, optimisme, dan rasa syukur. Terdapat dua faktor yang memengaruhi emosi positif yakni faktor kesenangan yang berkaitan dengan kognitif dan faktor kenikmatan yang berkenaan dengan fisiologis.
Kedua adalah engagement atau keterlibatan. Ketika seseorang merasa terlibat dalam suatu kegiatan yang bisa membuatnya tenggelam dalam produktivitas, ia akan merasakan kepuasan yang bermakna.
Di saat itulah ia sedang meningkatkan upaya untuk mencapai kesejahteraan emosi.
Ketiga yakni relationship atau relasi. Relasi yang positif dan bermakna dengan orang lain menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Hubungan positif mengacu pada koneksi dan tali hubungan yang dimiliki individu dengan orang lain yang bersifat positif. Menciptakan hubungan yang positif dengan orang lain dapat membantu meningkatkan kebahagiaan.
Keempat adalah meaning atau makna. Dengan mencari makna dalam kehidupan dan memiliki tujuan hidup, seorang individu dapat meningkatkan pikiran dan perilaku positif karena memiliki sesuatu untuk dicapai.
Hasrat untuk mendapatkan makna kehidupan dapat meningkatkan taraf kebahagiaan dan kepuasan diri sekaligus.
Kelima adalah accomplishment atau pencapaian. Ketika manusia mencapai hal-hal yang diharapkan, di situlah ia sedang meningkatkan kesejahteraannya karena merasa kompeten atas apa yang dilakukan.
Penerapan yang bisa dilakukan PERMA untuk pengaturan keuangan
Penerapan konsep PERMA dalam keuangan bisa diterapkan baik untuk perencanaan keuangan jangka pendek, jangka menengah sampai dengan jangka panjang.
Misalnya, ketika memiliki kebutuhan mendadak, seorang individu akan menenangkan diri, lalu membuka catatan keuangan untuk mempertimbangkan pilihan yang paling aman.
Keputusan yang diambil dengan kepala dingin merupakan penerapan positive emotion dalam pengelolaan keuangan.
Hal yang serupa juga terjadi ketika berhadapan dengan godaan investasi impulsif yang sering muncul di media sosial. Misalnya tergoda akan investasi kripto yang sebenarnya tidak cocok dilakukan investor perorangan berkantung tipis.
Alih-alih melakukan investasi hanya karena takut ketinggalan, seseorang yang menerapkan engagement akan meluangkan waktu untuk memahami risiko dari investasi tersebut.
Dalam interaksi sosial, pengaruh PERMA membuat kita bisa menghindari fear of missing out atau (FOMO). Dukungan seperti ini membantu mengevaluasi kembali apakah pengeluaran tersebut benar-benar perlu.
Baca juga: Tim Bapenda Batam Borong Medali di Kejuaran Sea Eagle Boat 2025
Makna hidup juga memiliki peran penting dalam keputusan jangka panjang. Ketika seseorang memiliki tujuan yang bermakna, misalnya menabung untuk pendidikan keluarga, keinginan untuk menunda kepuasan sesaat menjadi jauh lebih mudah dilakukan.
Pada akhirnya, rasa pencapaian muncul dari konsistensi kecil yang dijaga setiap bulan. Berhasil menyisihkan dana investasi atau mencapai target tabungan tertentu memberi dorongan positif, membuat proses mengelola uang terasa lebih hidup dan berprogres, bukan sekadar rutinitas.
Wawas diri mengatur keuangan
Karena berkaitan erat dengan psikologi positif, PERMA membentuk karakteristik manusia yang mengkedepankan optimisme dan menjauhi pesimisme.
Penerapan PERMA mendorong refleksi personal untuk lebih wawas diri terhadap nilai sesungguhnya dari keputusan keuangan yang diambil.
Membangun sikap optimistis dalam diri adalah salah satu cara untuk menimbulkan emosi positif (positive emotion) yang berguna untuk mendorong kesejahteraan diri—perasaan bahagia dan puas.
Afirmasi positif yang bisa membangun rasa optimis tersebut sebenarnya sejalan dengan ilmu lainnya, yaitu law of attraction atau hukum tarik-menarik.
Secara sederhana, hukum tarik-menarik mendorong pemikiran positif yang menuntun pada hasil yang positif pula. Sebaliknya, pemikiran negatif membawa pada dampak yang negatif.
Bukan berarti kita tidak boleh bersenang-senang sama sekali. Namun, PERMA bisa dijadikan tameng kewaspadaan diri terhadap aktivitas keuangan kita.
Penulis: Teresia Angelia Kusumahadi, Lecturer, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.