Warga Pulau Rempang menggelar Solat Hajat di Kampung Pantai Melayu, Kelurahan Rempang Cate pada Kamis (13/8/2026)-Ediisi/ist.
EDISI.CO, BATAM- Warga Pulau Rempang yang tergabung dalam Aliansi Masrakat Rempang Galang Bersatu (AMAR-GB) melaksanakan salat hajat di Kampung Pantai Melayu, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang pada Kamis (13/8/2026). Solat Hajat bersama warga dari kampung-kampung di Pulau Rempang ini, dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB.
Salat Hajat ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa masyarakat kepada Allah SWT agar masyarakat Rempang dijauhkan dari perampasan hak, serta agar seluruh masyarakat diberikan ketenangan, kesabaran, kekuatan, dan petunjuk dalam menghadapi persoalan yang sedang terjadi.
Dalam doa yang dipanjatkan, masyarakat juga memohon agar seluruh warga Rempang dijauhkan dari marabahaya dan segala bentuk tindakan yang dapat mengancam keselamatan serta ketenteraman masyarakat.
Masyarakat berharap Allah SWT membuka pintu kesadaran bagi setiap pemimpin dan pihak yang memiliki kewenangan agar senantiasa memperhatikan kepentingan dan keselamatan masyarakat, serta tidak mengambil kebijakan yang merugikan warga.
Baca juga: Jaga Kampung dan Ruang Hidup, Warga Pulau Rempang Terus Ditekan
Sekitar 60 orang hadir dalam Salat Hajat, terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak. Dengan suasana penuh khidmat, warga melaksanakan doa di lokasi yang diterangi lampu penerangan sederhana, senter, dan lampu sepeda motor.
Bagi masyarakat, salat hajat ini bukan bentuk perlawanan dengan kekerasan. Ini adalah ikhtiar spiritual dan bentuk kepasrahan masyarakat kepada Allah SWT di tengah situasi yang mereka rasakan semakin berat.
Masyarakat Rempang memohon agar tanah adat dan tanah ulayat tetap terlindungi, ruang hidup masyarakat tetap terjaga, dan setiap penyelesaian persoalan dilakukan dengan keadilan, dialog, serta menghormati hak-hak masyarakat.
“Ya Allah, selamatkan tanah adat dan tanah ulayat kami dari tindakan yang merugikan masyarakat. Selamatkan ruang hidup masyarakat Rempang. Berikan kami ketenangan, kesabaran, kekuatan, dan petunjuk dalam menghadapi setiap persoalan,” bunyi dia yang dipanjatkan.
Baca juga: Warga Pulau Rempang Serukan Dukungan untuk Walhi Riau dan LBH Pekanbaru
Direktur YLBHI-LBH Pekanbaru, Andri Alatas, mengatakan pemerintah terkhusus Badan Pengusahaan (BP) Batam seolah tutup mata dengan kriminalisasi yang terjadi terhadap masyarakat Pulau Rempang. YLBHI-LBH Pekanbaru menilai masyarakat Pulau Rempang terus mengalami tekanan sejak konflik agraria terjadi pada 2023 lalu.
“Sampai sekarang masih pemerintah ngotot mau menggusur masyarakat Rempang. Tidang peduli berapa banyak kriminalisasi yang dirasakan masyarakat Rempang. Hari ini terjadi lagi penggusuran yang dilakukan BP Batam, juga mengakibat trauma lebih dalam terhadap masyarakat.”
“Pemerintah kelihatan seperti tidak punya lagi hati nurani, apalagi ini sudah dekat momen memperingati hari kemerdekaan, tapi masyarakat Rempang merasakan jajahan oleh negara sendiri,” tambah Andri.