
Edisi/natunakab.go.id
EDISI.CO, KEPRI– Pengurus Geopark Nasional berkumpul di Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam rangka Rakornas Geopark tahun 2023 yang digelar oleh Kementerian PPN/BAPPENAS selaku Ketua Komisi Perencanaan dalam Komite Nasional Geopark Indonesia. Acara ini dilaksanakan mulai 19 November 2023 sampai 22 November 2023.
Geopark merupakan sebuah konsep manajemen pengembangan suatu kawasan (dengan luas tertentu) secara berkelanjutan yang memadu-serasikan tiga keanekaragaman alam, yaitu geologi (geodiversity), hayati (biodiversity) dan budaya (culturaldiversity). Dalam pengembangannya, konsep ini berpilar pada aspek Konservasi, Edukasi, Pemberdayaan Masyarakat, dan Penumbuhan Nilai Ekonomi Lokal melalui geowisata.
Acara ini diikuti oleh 23 kementerian/lembaga; 11 unsur pemerintah daerah; 10 Badan Pengelola Unesco Global Geopark (BP UGGp); serta sembilan BP Geopark Nasional. Kemudian diikuti juga oleh 16 pakar, akademisi dan asosiasi profesi juga akan menghadiri Rakor tersebut.
Pengurus Geopark Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) juga ambil bagian dalam kegiatan yang terpusat di Geopark Silokek tersebut.
Baca juga: PS Batam Juara Soeratin Cup U-17 dan Melenggang ke Kompetisi Nasional
Staf Ahli Bupati Natuna Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Ikhwan Solihin, seperti termuat dalam laman natunakab.go.id menuturkan ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tahunan tersebut. Diantaranya integrasi pengembangan Geopark dalam pembangunan daerah dan penganggaran daerah; perencanaan dalam pengembangan world class geopark; pengawasan penganggaran pembangunan di bidang geopark; dan best practice pengelolaan geopark.
Setidaknya, ada 9 geoside yang masuk dalam Geopark Natuna yaitu Pulau Akar, Batu Kasah, Gunung Ranai, Pantai Gua dan Bamak, Pulau Senua, Pulau Setanau, Senubing, Tanjung Datuk serta Taman Batu Alif. Hal ini menjadikan potensi wisata yang luar biasa.
Sebelumnya, Indonesia telah berhasil memperjuangkan beberapa Geopark Nasional menjadi bagian dari Geopark Dunia, antara lain Danau Batur, Gunung Sewu, Gunung Rinjani, dan Ciletuh. Hal ini merupakan keuntungan karena ketika menjadi bagian dari ´milik dunia´ maka jaminan terjaganya kelestarian dan peningkatan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut dapat dikatakan signifikan.