
Sebanyak 750 pelari dari dalam dan luar negeri mengikuti perhelatan lomba lari ‘Batam Batu Ampar 10K’ yang digelar di Batam, pada Minggu (11/9). Dok; Ist.
EDISI.CO, BATAM– Festival Pekan Heboh Ke-4 yang di Halaman Museum Batam Raja Ali Haji, Batam Center, 21-23 Juli 2023 menjadi kegiatan pengiring gelaran Batam 10K 2023 pada 23 Juli mendatang.
Akan ada ratusan stand kuliner sebagai wadah UMKM Kota Batam untuk menjual dan mempromosikan produknya pada festival yang ditaja oleh T Projek ini. Selain kegiatan bazar, ada lomba 3X3 dan lomba jujitsu kategori anak-anak.
“Lomba diseleraskan dengan kegiatan Batam 10K,” kata Founder T Projek, Zehra, Senin (10/7/2023).
Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang senantiasa mendukung produk UMKM di Batam.
“Saya selaku event organizer merasa senang digandeng oleh pemerintah, lewat Batam 10K ini akan lebih bagus, meriah, dan dikenal,” tuturnya.
Kepala Dinas Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan tak hanya kegiatan olahraga, gelaran tahun ini juga makin meriah dengan adanya bazar kuliner bertajuk Festival Pekan Heboh Ke-4 yang menggandeng pelaku UMKM di Batam.
Ia menginformasikan, saat ini sudah ratusan pelari yang mendaftar pada Batam 10K. Selain dari dalam negeri, dari negara Singapura dan Malaysia juga antusias mengikuti kegiatan ini. Pendaftaran sudah dimulai, peserta bisa mendaftar di link pendaftaran https://bit.ly/2023RUNBATAM10K Untuk biaya pendaftaran yakni Rp 150 ribu, peserta akan mendapakan medali, jersey, asuransi, dan snack.
“Saat pendaftaran ulang, peserta Batam 10 K akan dicek kesehatannya untuk memastikan kelayakan peserta mengikuti lomba,” terangnya.

Diharapkan, acara ini bakal menjadi salah satu event sport tourism yang rutin digelar saban tahun dan menjadi daya tarik wisata. Ardi mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang telah mendukung kegiatan ini.
“Melihat antusiasme tahun lalu, kami optimistis tahun ini Batam Batam 10K bakal digelar lebih besar dan lebih meriah,” ujarnya.
Baca juga: Hampir 76 Persen Ekspor Kepri Berasal dari Batam
Tahun 2022, tidak hanya pelari dari Batam dan negara tetangga Malaysia dan Singapura, kota-kota lain dari luar Provinsi Kepri juga banyak yang mengikuti acara ini, seperti Medan, Riau, Padang hingga Merauke, Salatiga juga mengikuti kegiatan ini. Ardi mengingat, kegiatan ini perna diikuti juga oleh peserta dari Kenya, Afrika Timur.
“Kita harapkan dari Afrika kembali datang,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi kegiatan olahraga pariwisata yang sempat vakum tersebut dibangkitkan kembali. Terlebih, Rudi menyebut pembangunan infrastruktur seperti jalan-jalan di Kota Batam, juga sudah lebar dan mampu mengakomodir berbagai kegiatan olahraga.
“Jalan ini milik bersama, silakan dipergunakan sebaik mungkin,” ujar Rudi beberapa waktu lalu.
Seiring pembangunan Kota Batam yang masif, Rudi juga berharap agar hasilnya dapat dinikmati masyarakat, sekaligus menambah pesona pariwisata Kota Batam. Karena itu, ia menyebarkan semangat baru untuk mewujudkan Batam yang madani, modern dan sejahtera.
Berikut ini syarat dan ketentuan kegiatan lari Batam 10K, untuk kategori umum yakni peserta minimal berusia 17 tahun, didukung dengan dokumen berupa KTP atau Paspor atau SIM yang diunggah saat pendaftaran. Bagi warga negara asing atau WNA diwajibkan mengirimkan dokumen paspor pada panitia sebelum mengisi formulir pendaftaran, sehat jasmani dan rohani yakni peserta tidak memiliki riwayat penyakit bawaan dan tidak dalam keadaan sakit.
Bagi peserta yang sudah terdaftar dan sudah melakukan pembayaran namun tidak hadir dengan alasan apapun, peserta tidak mendapat pengembalian dana atau refund. Peserta dowajibkan mengunakan race pack atau jersey dan nomor dada yang telah disediakan panitia, jika tidak mengunakan maka peserta dinyatakan gugur dalam kegiatan Batam 10K. Keputusan juri dianggap mutlak.